Kisah Nabi Muhhammad S.A.W

Kelahiran Muhammad S.A.W .

Tepat pada 12 Rabiul(571 Masehi), lahir seorang bayi laki-laki yang mengagungkan, wajahnya bersih, elok, dan memancarkan cahaya dari seorang perempuan yang bernama Aminah.

Muhammad nama bayi itu, diutus oleh Allah SWT menjadi panutan umat manusia dan nabi terakhir. Ia lahir dalam keadaan yatim. sebab ayahnya Abdullah bin Abdul Muthalib. Ayahnya meninggal saat ibunya mengandung Nabi Muhammad yang berusia dua bulan.

Seperti adat atau kebiasaan bangsa Arab, anak yang baru dilahirkan untuk sementara pengasuhnya dan penyusunya akan dilakukan oleh orang lain. Akhirnya Bayi itu di serahkan kepada Halimah AS Sa’diyah, seorang perempuan yang berasal dari Bani Saad.

Muhammad SAW Kecil Membawa Berkah.

Nabi Muhammad S.A.W pun melewati masa kecilnya di perkampungan kecil Bani Saad. Ia belajar bahasa Arab dengan fasih. Selain itu, kehadiran Nabi Muhammad S.A.W  ternyata mendatangkan kebahagian, kebaikan, dan keberkahan bagi penduduk Bani Saad.

Malaikat Bedah Dada Nabi Muhammad S.A.W .

Suatu hari, Nabi Muhammad SAW kecil sedang bermain bersama teman-teman sebayangnya. ketika itu, beliau masih berusia empat belas tahun. Saat itu pula beliau mengalami peristiwa yang disebut dengan Syaq ash-Sadr(Operasi Bedah Dada)

Anas RA bercerita, bahwa malaikat Jibril mendekati Nabi saat beliau sedang bermain bersama anak-anak yang lain. Tiba-tiba, dia(Malaikat Jibril) menggendong belian(Muhammad), lalu membaringkannya. kemudian, dia membelah dada dan mengeluarkan hati beliau. Dari hati itu, Malaikat Jibril mengeluarkan segumpal bagian seraya berkata ” ini adalah bagian dari tubuhmu yang dihinggapi setan.”

Setelah diambil hatinya, Malaikat Jibril mencucinya di sebuah mangkuk emas dengan air zamzam dan mengembalikannya di tempat semula.

Sementara itu, anak-anak lain teman mainnya berlari mebemua ibu susu( Halimah) sambil berteriak “Sesungguhnya Muhammad telah dibunuh!”

Halimah As Sa’diyah dan anak-anak itu kemudian segera mendatangi tempat itu dan menemukan Muhammad kecil dalam keadaan pucat.

Wafatnya Ibuda Nabi Muhammad SAW

Akhirnya, setelah selama beberapa tahun disusui dan diasuh oleh Halimah As Sa’diyah, Nabi Muhammad pun diserahkan kepada ibunya kembali. Aminah pun sangat senang melihat anaknya kembali.

kemudian setelah tinggal beberapa lama dengan ibu kandungnya, Nabi Muhammad dibawa berziarah ke makam ayahnya(Abdullah). saat itu, mereka ditemani oleh seorang budak berama Ummu Aiman. Usai berziarah, Aminah mendadak terserang sakit demam.

Karena penyakitnya tidak kunjung reda, Aminah meninggal dunia. Nabi Muhammad yang berusia enam tahun pun sedih mendapati dirinya tidak punya ayah dan ibu.

Sepeninggal ibunya, Nabi Muhammas SAW dibawa ke Mekah oleh Ummu Aiman. Nabi Muhammad diserahkan kepada kakenya, Abdul Muthalib.

~~Bersambung~~ 😀

Carita dari: Kisah Masa Kecil Para Nabi(Wahyu Media). dengan perubahan seperlunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *